Malam yang gelap ini masih aku sempatkan untuk menghadap-Mu
Aku mengangkat kedua tangan dengan kepala tertunduk penuh pasrah
Ku mulai untaian kata sebagai doa ku yang menunjukkan bahwa aku membutuhkan-Mu
Mulai menitik, mengembang dipelupuk mata lalu jatuh kepipi, ini air mata
Untaian kata sebagai doa ku pada-Mu menunjuk satu harapan besar
Tentang kekasih hati yang nantinya mengisi ruang kosong di hati ini
Dengan membawaku pada kehalalan jalan cinta yang sempurna
Aku hanya berharap dan meminta dengan doa
Ku sampaikan ini Ya Allah, Mohon Engkau bisikan pada Dia yang Engkau Putuskan untuk jadi Kekasihku:
Wahai laki-laki yang kehadiranmu ku nanti, barisan doa ku hadirkan setiap setelah ku bersujud menyebut dirimu yang hingga detik ini masih menjadi rahasia Illahi. Aku telah menanamkan pohon cinta dengan buah yang halal yang nantinya akan kau nikmati. Aku disini menyediakan ruang kosong di hati dengan senandung cinta merdu karena Illahi. Datanglah mengkhitbahku dengan niat Cinta mu Karena Allah. Maka aku persiapkan jiwa dan raga sebagai perisai ibadahmu dan penajam pikiranmu ketika kau goyah, menjadi istrimu yang setia, menjadi kebahagianmu yang tidak pernah engkau rasakan sebelumnya. Aku menunggumu calon kekasih hatiku, bawalah kemari cinta tulusmu untuk menyempurnakan ibadah kita berdua kepada Allah.
Kirimkan pesanku pada laki-laki yang telah ku sebutkan kriterianya dalam setiap doa setela aku bersimpuh menghadap-Mu.
Aku menunggu ya Rabbi
Disini, di ruang hati yang kosong dengan senandung cinta merdu karena-Mu
Jakarta, 12 Agustus 2010(pkl.9.08) Wanita yang Berharap
belajar untuk berani mempublish tulisan walaupun masih banyak kekurangan. _ada untuk belajar_
Selasa, 25 Januari 2011
Senin, 24 Januari 2011
Senyumku Di Malam 21 Agustus
Malam ini dingin sebab hujan yang mengguyur
Ada tarian hati dengan irama romantis
Dengan musik indah yang jadi sountrack jiwa
Selaras menari dan bernyanyi di dalam hati
Walaupun bingung
Aku nikmati perpaduan indah ini
Biarkan saja
Toh, Allah yang punya Kehendak
Iringan itu mengguratkan satu senyuman simpul di hati hingga terlukiskan di bibir ku
Semakin membuat hangatnya hati
Tapi tetap dingin suasana sekitarku
Kami bersama berpadu dengan irama yang harmonis
Biarlah
Ku nikmati saja
Senyum di malam 21 Agustus ini
Malam yang dingin sebab hujan sebagi Rahmat Illahi Rabbi
Senyum di malam 21 Agustus yang penuh harmonisasi tarian dan nyanyian hati yang serasi
Langganan:
Postingan (Atom)